Glottal Stop pada Asimilasi dan Geminasi Bahasa Daerah di Sulawesi Selatan sebagai Potret Kognisi Sosial Masyarakat yang Tegas
Abstract views: 45
,
PDF downloads: 33
Abstract
Glottal stop dalam proses morfofonemik pada utamanya pada bahasa daerah di Sulawesi Selatan, yakni bahasa Bugis, Makassar, Massenrempulu, Tae’ dan Toraja menunjukkan karakter rumpun bahasa Austronesia, yakni ketegasan. Tujuan penelitian ini memotret karakter kognisi sosial masyarakat Sulawesi Selatan dari penggunaan asimilasi dan geminasi pada bahasa-bahasa daerah di wilayah tersebut. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan kajian eklektik antara kajian morfofonemik dan teori wacana (kognisi sosial van Dijk). Analisis asimilasi digunakan untuk kajian morfofonemik dan analisis wacana untuk menggambarkan kognisi sosial masyarakat. Sumber data yakni kosa kata bahasa daerah dari berbagai bahasa daerah di Sulawesi Selatan. Data berupa diksi yang mengandung unsur glottal stop baik dari kelas kata verba atau adjektiva yang melibatkan proses asimilasi dan geminasi. Penggunaan prefiks yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh konsonan awal kata, jumlah suku kata, makna kata, dan intonasi penggunaan kata yang mengikutinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat irisan kekerabatan pada bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Selatan yang berlandaskan pada sifat dominan bahasa rumpun Austronesia yakni penekanan pada tuturan akibat penggunaan glottal stop. Unsur penekanan tersebut menggambarkan kognisi sosial masyarakat tuturnya yang cenderung memberikan ketegasan dalam tuturan. Mengetahui karakter tersebut akan memudahkan jika terdapat interaksi yang intensif dengan masyarakat Sulawesi Selatan.
Downloads
References
Agusriandi. (2017). Kamus Massenrempulu-Indonesia (Dialek Duri). Tanpa Penerbit.
Arbi, E., Rao, S.P., & Omar, S. (2015). Austronoesian Architectural Heritage and the Shirnes at Ise, Japan. Journal of Asian and African Studies, 50(1), 7-24.
Arief, A. (1995). Kamus Makassar-Indonesia. Ujung Pandang: Yayasan Perguruan Islam Kapita DDI.
Bellwood, P. (2007). Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago: Revised Edition. Canberra: Australian University Press.
Blust, R. (1999). Subgrouping, Circularity and Extinction: Some Issues in Austronesian Comparative Linguistics. Dalam Selected Papers from the Eighth International Conference on Austronesian Linguistics (1), 31-94.
Blust. R. (2004). Austronesian Nasal Subtitution: A Survey. Oceanic Linguistics, 43, 73-148.
Broselow, E. (2001). Uh-Oh: Glottal stop and Syllable Organization in Sulawesi. Surface Syllable Structure and Segment Sequencing, 1-12.
Chen, V. (2024). Geographical Typology as A Window into the Evolution of the Austronesian Family. ICAL 16 Panel.
Comrie, B. (1989). Language Universals and Linguistic Typlogy: Syntax and Morphology. Chicago: The University of Chicago Press.
Croft, W. (1993). Typlogy and Universals. Cambridge: Cambridge University Press.
Crystal, D. (2008). A Dictionary of Linguistics and Phonetics (sixth edition). Malden: Blackwell Publishing.
Evans, B., Naess, A., Klok, J.V. (2024). Prominence in Austronesian: An Introduction. Berlin: Walter de Gruyter.
Garim, I., Amir, J., & Garing, J. (2019). Kamus Tae’. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Ghali, A.A., Ahya, A.S., & Mu’minin. (2024). Perubahan Bunyi Asimilasi Bahasa Jawa Dialek Nganjuk dan Dialek Jombang (Kajian Linguistik Bandingan Historis). Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi dan Sosial Budaya, 30(3), 142-150.
Kadir, M. K., Hasmiati, Hidayat, I., Qadrianti, L., Nurhasanah, Wahyuningsih, Megawati, Rahmadina, & Rusman, I. (2025). A Qualitative Study on Strengthening Student Character Values Through the Implementation of Local Greetings ’Iyye’ and ’Tabe’ in Learning at PGMI UIAD Sinjai. Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, 10(02), 253-260.
Kaseng, S. (1978). Kedudukan dan Fungsi Bahasa Makassar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Keraf, G. (1996). Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Khamissi, B.A., Tuckute, G., Tang, Y., Binhuraib, T., Bosselut, A., Schrimpf, M. (2025). From Language to Cognition: How LLMs Outgrow the Human Language Network. Dalam Proceedings of the 2025 Conference on Empirical Methods in Natural Language Processing, Association for Computational Linguistics, November, 2025.
Kurniawan, E. (2014). Keanehan Perilaku /h/ dalam Bahasa Rumpun Austronesia. Prosiding Seminar Tahunan Linguistik UPI (SETALI), Agustus 2014.
Latifah, U. & Badrih, M. (2025). Gaya Bahasa Asonansi dan Aliterasi pada QS At Takwir Juz 30: Kajian Fonologi Fungsional Estetik. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 435-454.
Manyambeang, A.K., Mulya, A.K., & Nasruddin. (1996). Tata Bahasa Makassar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Mills, R.F. (1975). The Reconstruction of Proto-South-Sulawesi. Archipel, 10, 205-224.
Moravcsik, E.A. (2013). Introducing Language Typology. Cambridge: Cambridge University Press.
Mubarok, A., Isnendes, R., Kurniawan, E. (2024). Vokal dalam Bahasa Daerah di Kalimantan Selatan: Sebuah Kajian Tipologi Bahasa. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(2), 359-372.
Palenkahu, R.A., Muthalib, A. & Sangi, M.Z. (1983). Struktur Bahasa Mandar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Rahim, A., Amin, K.F., Nursalam, Sari, N.P. (2025). Pemertahanan Bahasa Makassar Melalui Sastra Tutur Sinrilik sebagai Identitas Budaya Lokal. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 236-248.
Ross, M. (2007). Linguistic Evidence for Prehistory Oceanic Examples. Journal of the Southeast Asian Linguistics Society, (1), 67-85.
Said, M.I. (1977). Kamus Bahasa Bugis-Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Said, M.I., Rasdiana, P., Chairan, T., Usmar, A., & Sikki, N. (1979). Morfologi dan Sintaksis Bahasa Bugis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Salim, A., Salik, Y., & Wekke, I.S. (2018). Pendidikan Karakter dalam Masyarakat Bugis. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 11 (1), 41-62.
Sande, J.S., Biring, S., Pararrungan, L.R., Kanoena, C.S, Amin, M. (1984). Struktur Bahasa Toraja Sa’dan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sande, J.S., Adri., Manuputty, D. Syahril, N.A., Eppang, M. (1997). Tata Bahasa Toraja. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sikki, M., Hakim, Z., Mulya, A.K., Rijal, S. (1997). Tata Bahasa Massenrempulu. Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Triyoga, A.I., Mubarok, A., & Purwanti. (2024). Language Games in the Dayak Tribe: A Study of Meaning and Language Structure. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. 7(4), 725-734.
van Dijk, T.A. (2008). Discourse and Power. New York: Palgrave Macmillan.
van Dijk, T.A. (2009b). Society and Dicourse: How Social Contect, Influence Text and Talk. Cambridge: Cambridge University Task.
Vellupellai, V. (2012). An Introduction to Linguistic Typology. Philadelphia: John Benjamin Publishing Company.
Copyright (c) 2026 GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia uses an Open Access Policy under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Authors publishing in this journal agree to the following terms:
- Ghancaran Journal holds the copyright and grants the journal rights for first publication with the work simultaneously licensed under a
The work is distributed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License which allows others to share, copy, and redistribute the material in any media or format and adapt, remix, change, and develop the material even for commercial purposes, as long as it is stated credit and license derivative works under similar terms. - Authors may make additional contractual arrangements for non-exclusive distribution of the journal's published work version.
- Authors are permitted to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their websites) before and during submission, as doing so may lead to productive exchange.












