Integration of the Montessori Approach in Inclusive Education as an Effort to Achieve Social Sustainability: A Study at SIT Al Uswah Pamekasan

  • Nurul Qomariyah Universitas Islam Negeri Madura
  • Siti Azizah Universitas Islam Negeri Madura
Abstract views: 3 , PDF downloads: 5
Keywords: Montessori;, Inclusive Education;, Social Sustainability;, Islamic Integrated, School

Abstract

This study aims to analyze the integration of the Montessori approach into inclusive education practices as a strategy to achieve social sustainability at SIT Al Uswah Pamekasan. Amid increasing issues of intolerance, the marginalization of children with special needs, and a growing empathy crisis in primary education, schools are required to develop a learning ecosystem that is equitable, participatory, and sustainable. The Montessori approach, developed by Maria Montessori, emphasizes child-centered learning, respect for diversity, and the development of independence and social responsibility. This study employs a qualitative approach with a descriptive design to explore the practice of integrating Montessori pedagogy within an inclusive setting, including learning strategies, school culture, and the dynamics of students’ social interactions. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis, and were analyzed thematically. The findings indicate that the integration of Montessori principles into inclusive education contributes to strengthening social cohesion, enhancing students’ empathy, and fostering a supportive and non-discriminatory learning environment. These findings suggest that the synergy between Montessori pedagogy and inclusive education can serve as a strategic model for fostering social sustainability at the primary education level.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] H. A. Putri, W. P. Putri, dan B. Setyo, “Pendidikan Inklusi yang Berkeadilan: Studi Kasus Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus,” j. pendidik. dan Pembelajaran Indonesia, vol. 5, no. 2, hlm. 762–773, Apr 2025, doi: 10.53299/jppi.v5i2.1144.
[2] H. Sholichah, A. H. Al Fajar, S. Syamraeni, dan M. Mudfainna, “Systematic Literature Review : Pemberdayaan Masyarakat Inklusif Untuk Mewujudkan Keadilan Sosial,” jseh, vol. 11, no. 1, hlm. 27–40, Mar 2025, doi: 10.29303/jseh.v11i1.664.
[3] M. A. Muhibbin dan W. Hendriani, “Tantangan Dan Strategi Pendidikan Inklusi di Perguruan Tinggi di Indonesia: Literature Review,” J. Pend. Inkl., vol. 4, no. 2, hlm. 92, Jun 2021, doi: 10.26740/inklusi.v4n2.p92-102.
[4] R. Anisaturrizqi, P. Cristi Crismono, dan A. Rofi Hidayah, “Analisis Bibliometrik terhadap Perkembangan Riset Internasional mengenai Implementasi Montessori dalam Pendidikan Inklusi,” Early Childhood Journal, vol. 6, no. 2, hlm. 81–92, 2025.
[5] Alhadi Alhadi, Priska Nuryani, Siti Rohimah, dan Opi Andriani, “Analisis Landasan Yuridis dalam Pendidikan Inklusi,” Ventilator, vol. 2, no. 1, hlm. 01–06, Jan 2024, doi: 10.59680/ventilator.v2i1.869.
[6] S. Azhari, A. N. Fadlilah, N. S. Astini, S. Rudiah, N. A. Fujianti, dan S. , Sumiati, “Analisis Peningkatan Kemandirian Anak Melalui Metode Pembelajaran Montessori,” JOECES, vol. 4, no. 1, hlm. 166–198, Jun 2024, doi: 10.54180/joeces.2024.4.1.166-198.
[7] R. Setyowahyudi, “Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Maria Montessori tentang Pendidikan Anak Usia Dini,” PAUDIA, vol. 9, no. 1, hlm. 17–35, Jun 2020, doi: 10.26877/paudia.v9i1.5610.
[8] A. Miftahul, D. Lestari, A. Aminie, dan N. Ila, “IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH MONTESSORI DEPOK,” INOV EDU TECH, vol. 3, no. 1, hlm. 35–44, Mei 2024, doi: 10.46306/jurinotep.v3i1.78.
[9] R. Tamara, Filosofi Montessori. Jakarta: Bentang Pustaka, 2022.
[10] L. Agustin dan K. Y. Tung, “Peran Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Montessori untuk Membentuk Karakter Murid di Cinnamon Montessori School Jakarta,” edulead, vol. 5, no. 2, hlm. 166–177, Des 2024, doi: 10.47530/edulead.v5i2.238.
[11] A. Politi, “Maria Montessori: A Visionary Whose Insights Align With Neuroscience,” Cortica, vol. 2, no. 2, hlm. 203–222, Sep 2023, doi: 10.26034/cortica.2023.4218.
[12] F. Faiz, Filosofi Pendidikan Anak. Yogyakarta: MJS Press, 2024.
[13] R. Awalia, N. Najamuddin, A. Alwi, dan M. Y. Ridhoh, “Pendidikan Multikulural, Pendidikan Kedamaian, dan Pendidikan Inklusif: Perbedaan dan Urgensinya di Indonesia,” haumeni, vol. 5, no. 3, hlm. 47–66, Nov 2025, doi: 10.35508/haumeni.v5i3.25190.
[14] UNESCO, “Global Education Monitoring Report Summary 2020: Inclusion and education: All means All,” UNESCO Publishing, Paris, 2020. [Daring]. Tersedia pada: (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/igo/).
[15] T. Tania, “Konsep Prepared Environment dalam Pendidikan Montessori: Menciptakan Lingkungan Belajar yang Mendukung Kemandirian Anak,” 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://masoemuniversity.ac.id/artikel/konsep-prepared-environment-dalam-pendidikan-montessori-menciptakan-lingkungan-belajar-yang-mendukung-kemandirian-anak/
[16] Daviq Chairilsyah, “Analisis Kemandirian Anak Usia Dini,” PAUDLectura, vol. 3, no. 01, hlm. 88–98, Okt 2019, doi: 10.31849/paud-lectura.v3i01.3351.
[17] A. Miftahul, D. Lestari, A. Aminie, dan N. Ila, “IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH MONTESSORI DEPOK,” INOV EDU TECH, vol. 3, no. 1, hlm. 35–44, Mei 2024, doi: 10.46306/jurinotep.v3i1.78.
[18] W. R. Hidayati dan J. Warmansyah, “Pendidikan Inklusi Sebagai Solusi dalam Pelayanan Pendidikan Untuk Anak Berkebutuhan Khusus,” aulad, vol. 4, no. 3, hlm. 207–212, Nov 2021, doi: 10.31004/aulad.v4i3.147.
[19] A. Mardiana, I. Muzakki, S. Sunaiyah, dan F. Ifriqia, “IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBELAJARAN INDIVIDUAL SISWA TUNAGRAHITA KELAS INKLUSI,” SJPE, vol. 1, no. 2, hlm. 177–192, Jul 2022, doi: 10.30762/sittah.v1i2.2491.
[20] I. A. Hadi, “Pentingnya Pengenalan Tentang Perbedaan Individu Anak Dalam Efektifitas Pendidikan,” inspirasi, vol. 1, no. 1, hlm. 71, Mei 2017, doi: 10.61689/inspirasi.v1i1.5.
[21] F. Hamzah, S. Tahir, dan W. Miyodu, “Pentingnya Toleransi dan Empati dalam Pendidikan Anak Usia Dini Inklusif,” Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, vol. 1, no. 2, hlm. 296–301, 2025, doi: https://doi.org/10.63822/qyp9sb97.
[22] A. Azis, M. Hilmy, dan D. Erawati, “Integrasi Media dalam Pembelajaran: Pendekatan Konstruktivisme Vygotsky: Media Integration in Learning: Vygotsky’s Constructivism Approach,” Anterior J, vol. 24, no. 3, hlm. 1–7, Sep 2025, doi: 10.33084/anterior.v24i3.9726.
[23] S. A. L. Romadhoni dan A. S. Nugroho, “Analisis Kepekaan Sosial Siswa terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi,” ideguru, vol. 9, no. 1, hlm. 157–164, Des 2023, doi: 10.51169/ideguru.v9i1.777.
[24] N. Wulandani, M. S. Sarumaha, J. Malintang, N. Nasril, dan Y. Arafat, “Pendidikan Inklusif dan Pemberdayaan Siswa Berkebutuhan Khusus: Analisis Dampaknya terhadap Kemandirian dan Partisipasi Sosial,” RIGGS, vol. 4, no. 4, hlm. 1416–1424, Nov 2025, doi: 10.31004/riggs.v4i4.3441.
[25] L. T. D. Cung, P. Lau, dan Y. Yulianawati, “Perbandingan Fondasi dan Filosofi Pendidikan Kristen dengan Metode Montessori dalam Pendidikan Anak Usia Dini,” jiip, vol. 8, no. 3, hlm. 3036–3042, Mar 2025, doi: 10.54371/jiip.v8i3.7405.
[26] N. N. Anissa’ Oktavianatun, “Analisis Perkembangan Pendidikan Berkualitas Sebagai Upaya Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” Mei 2024, doi: 10.5281/ZENODO.11181016.
Published
2026-05-31
How to Cite
Qomariyah, N., & Siti Azizah. (2026). Integration of the Montessori Approach in Inclusive Education as an Effort to Achieve Social Sustainability: A Study at SIT Al Uswah Pamekasan . Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 2, 345-354. https://doi.org/10.19105/ejpis.v2i.24470