Syncretizing Culture and Faith: The Kurang Labih Principle in Kalimantan

  • Yuli Apriati Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
  • Zainudin Bin Hassan Faculty of Social Science and Humanities, Universiti Teknologi Malaysia
  • Rahmat Nur Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
  • Muhammad Rezky Noor Handy Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
  • Cucu Widaty Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
Abstract views: 102 , PDF downloads: 46
Keywords: Islamic values, local wisdom, Kurang Labih, cultural patterns

Abstract

This article aims to identify and analyze the value of the local wisdom “Kurang Labih” in the traditional river-based trading system, specifically as a form of local wisdom among the Banjar people. Values ​​rooted in the local wisdom of the Banjar people, such as the value of “Kurang Labih,” remain the primary foundation in the governance of their social life, especially in traditional trade practices. This research employs a qualitative approach, utilizing a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation to produce a comprehensive writing on cultural phenomena. The study's results found that the culture and local wisdom in traditional trade at this floating market possess the value of “Kurang Labih,” which can make the trade process mabrur, or moral, namely a trade that prioritizes goodness, virtue, and blessings received from Allah SWT. The local wisdom of “Kurang Labih” at the Lok Baintan floating market is strongly influenced by Islamic values, considering that all traders are Muslim, and this value is passed down from generation to generation. The value “Kurang Labih” reflects the principle of caution in buying and selling, a moderate attitude, and the pursuit of blessings, thus creating acceptable trade. This value also serves as a reminder to avoid sins resulting from inaccurate weighing or defective goods, and as a means of fostering sincerity between seller and buyer. These values ​​are in line with Islamic teachings, which have deeply influenced the cultural patterns and local wisdom of the Banjar people, particularly in the traditional river-based trading system.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agil, Mahathir Ahmad. “Tantangan Regulasi dan Nilai Islami dalam Praktik Jual Beli Tradisional di Pasar Girian, Kota Bitung.” Al-’Aqdu: Journal of Islamic Economics Law 3, no. 1 (2023): 48–57. https://doi.org/10.30984/ajiel.v3i1.2576.

Alfisyah. “Budaya Kerja Pedagang Banjar (Studi Tentang Etos Kerja Pedagang Sekumpul). UGM.” Universitas Gadjah Mada, 2006.

Alfisyah, Alfisyah. “‘Agama dan Tingkah Laku Ekonomi Urang Banjar: Studi atas Pedagang Sekumpul Martapura Kalimantan Selatan.’” Universitas Gadjah Mada, 2005.

Ali, A., and A. Al-Owaihan. “Islamic Work Ethic: A Critical Review.” Cross-Cultural Management: An International Journal 15, no. 1 (2008): 5–19. https://doi.org/10.1108/13527600810848791.

Alwasilah. Etnopedagogi. PT Kiblat Buku Utama, 2009.

Apriati, Yuli. “Strategi Berdagang di Pasar Terapung Lok Baintan (Studi Kasus Perempuan Pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan, Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan).” Universitas Gadjah Mada, 2013.

Apriati, Yuli, Lumban Arofah, and Mrs Alfisyah. The Social Capital Transformation Women Trader in Lok Baintan Floating Market, Banjar Municipality, South Kalimantan Province. 147, no. Icsse 2017 (2018): 349–51. https://doi.org/10.2991/icsse-17.2018.76.

Apriati, Yuli, Dasim Budimansyah, Chairil Faif Pasani, and Encep Syarief Nurdin. The Local Wisdom of Floating Market Traders in Supporting Honest and Fair Trade. 13, no. 2 (2024): 292–99. https://doi.org/10.23887/jish.v13i2.76019.

Arsyadi, Muhammad. “Tinjauan Antropologi Hukum Islam Terhadap Praktik Ijab-Kabul dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Terapung Banjarmasin.” DIVERSI : Jurnal Hukum 4, no. 1 (2018): 1–27. https://doi.org/10.32503/diversi.v4i1.170.

Arvianto, Faizal, and Giri Indra Kharisma. “Budaya dan Kearifan Lokal Kerajaan Insana di Dataran Timor.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 10, no. 1 (2021): 117–137. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v10i1.28540.

Arynagara, Cahya. “Analisis Tingkat Kecurangan dalam Timbangan Bagi Pedagang Sembako dalam Tinjauan Ekonomi Islam di Pasar Pettarani Kota Makassar.” Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar, 2018.

Creswell, John W. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif Dan Mixed. Pustaka Pelajar., 2010.

Daud, Alfani. “‘Perilaku Orang Banjar dalam Berbagai Tata Pergaulan’, Dalam Makalah Sosial Budaya yang Disampaikan Pada Musyawarah Besar Pembangunan Banua Banjar Kalimantan Selatan Tanggal 10-13 Agustus 2020.” Sosial Budaya yang Disampaikan pada Musyawarah Besar Pembangunan Banua Banjar Kalimantan Selatan Tanggal 10-13 Agustus 2020 (Banjarmasin), 2020.

Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka, 1989.

Ernawi. “Kearifan Lokal dalam Perspektif Penataan Ruang, Makalah Utama pada Seminar Nasional Kearifan Lokal dalam Perencanaan dan Perancangan Lingkungan Binaan.” (Malang), Arsitektur Unmer, 2009.

Fathurrohman, P, A. Suryana, and F Fatriani. Pengembangan Pendidikan Karakter. PT. Refika Aditama, 2013.

Fauziah, Nova. “Analisis Kecurangan dalam Timbangan Sembako Menurut Perspektif Hukum Islam di Pasar Pendidikan Krakatau Medan. Muhammadiyah Sumatera Utara.” Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, 2019.

Haba, J. Analisis SWOT Kearifan Lokal dalam Resolusi Konflik. dalam Alpha Amirrachman (Ed). Revitalisasi Kearifan Lokal: Studi Resolusi Konflik di Kalimantan Barat, Maluku, dan Poso. ICIP, 2007.

Hakam, A. Bunga Rampai Pendidikan Nilai. Universitas Pendidikan Indonesia., 2007.

Hamid, Asrul, Syaipuddin Ritonga, and Andri Muda Nst. “Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu sebagai Pilar Toleransi Beragama pada Masyarakat Tapanuli Selatan.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 13, no. 1 (2024): 132–43. https://doi.org/10.23887/jish.v13i1.74809.

Hanafiah, H M. “Akad Jual Beli dalam Tradisi Pasar Terapung Masyarakat Banjar.” Al-Tahrir 15, no. 1 (2015): 201–17. https://doi.org/10.21154/al-tahrir.v15i1.170.

Harirah, Zulfa, Wazni Azwar, and Isril Isril. “Melacak Eksistensi Kearifan Lokal dalam Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Siak di Era Globalisasi.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 10, no. 1 (2021): 70–81. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v10i1.26629.

Hasanah, Aan. “Pengembangan Karakter pada Masyarakat Minoritas ( Studi atas Kearifan Lokal Masyarakat Adat Suku Baduy Banten).” Analisis 12 (2012): 209–29. https://doi.org/10.24042/ajsk.v12i1.637.

Hendraswati. “Etos Kerja Pedagang Perempuan Pasar Terapung Lok Baintan di Sungai Martapura.” Pendidikan dan Kebudayaan 1, no. 1 (2016): 97–115. https://doi.org/10.24832/jpnk.v1i1.229

Ife, Jim, and Frank. Tesoriero. Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi. Pustaka Pelajar, 2008.

Iswanto, Budi, Muslimin H. Kara, Amiruddin Amiruddin, and Moh. Sabri AR. “Nilai Falah pada Kearifan Lokal dalam Perdagangan Perbatasan Indonesia-Malaysia.” Jurnal Diskursus Islam 5, no. 2 (2017): 242–60. https://doi.org/10.24252/jdi.v5i2.7027.

Koentjaraningrat. Manusia dan Kebudayaan. Jakarta, 1984.

Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Edisi Baru. Rineka Cipta, 1990.

Mukri, Syarifah Gustiawati, Suyud Arif, and Ahmad Mukri Aji. “Survei Existing Perilaku Pedagang Pasar Tradisional Terhadap Praktik Bisnis Islam di Kabupaten Bogor.” SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i 7, no. 1 (2020). https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i1.14542.

Nathalie, C. I., and T. Setiawan. “Analisis Studi Literatur Atas Praktik Penggelapan Pajak pada Kasus yang Terjadi di Indonesia.” Jesya 7, no. 1 (2024): 912–922.

Nur Fatimah, Firdauzia, Edy Tri Sulistyo, and Kundharu Saddhono. “Local Wisdom Values in Sayu Wiwit Folklore as the Revitalization of Behavioral Education.” KARSA: Journal of Social and Islamic Culture 25, no. 1 (2017): 179–99. https://doi.org/10.19105/karsa.v25i1.1118.

Pesurnay, Althien John. “Local Wisdom in a New Paradigm: Applying System Theory to the Study of Local Culture in Indonesia.” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 175, no. 1 (2018). https://doi.org/10.1088/1755-1315/175/1/012037.

Potter, Lesley. “Orang Banjar di dan di Luar Hulu Sungai Kalimantan Selatan Studi Tentang Kemandirian Budaya Peluang Ekonomi Dan Mobilitas”, Dalam Sejarah Ekonomi Modern Indonesia. LP3ES., 2000.

Radam, Noerid Haloei. Religi Orang Bukit: Suatu Lukisan Struktur dan Fungsi dalam Kehidupan Sosial-Ekonomi. Semesta., 2001.

Rahmaniar, Fitria Shalza, Suyitno Suyitno, Supana Supana, and Kundharu Saddhono. “Keselarasan Kearifan Lokal dengan Nilai Keislaman pada Tradisi Labuhan Gunung Kombang di Kabupaten Malang.” Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) 6, no. 1 (2020): 113–25. https://doi.org/10.18784/smart.v6i1.805.

Rahmawati, Nurul Tari, Mulyadi Kosim, and Sutisna. “Penerapan Etika Bisnis Islam dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Tradisional: Studi Kasus Pasar Leuwiliang, Kab. Bogor.” El-Mal Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam 4, no. 4 (2023): 894–907.

Ridwan, Nurma Ali. “Landasan Keilmuan Kearifan Lokal.” Ibda 5, no. 1 (2007).

Rivai, Veithzal, Nuruddin Amir, and Faisar Ananda A. Islamic Business And Economic Ethics. Bumi Aksara, 2012.

Ronald Tambunan, James. “Pengembangan Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa Berwawasan Kearifan Lokal.” Jurnal Widya 1, no. 2 (2021): 1–14. https://doi.org/10.54593/awl.v1i2.3.

Sahlan, Sahlan. “Kearifan Lokal pada Kabanti Masyarakat Buton dan Relevansinya dengan Pendidikan Karakter.” El-Harakah (Terakreditasi) 14, no. 2 (2013): 312–25. https://doi.org/10.18860/el.v14i2.2311.

Salim, Hairus. "Islam Banjar, Relasi Antar Etnik, dan Pembangunan”, dalam Kisah dari Kampung Halaman Masyarakat Suku, Agama Resmi dan Pembangunan. Interfidei Samuelsson., 1996.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta, 2005.

Syahrun, Syahrun, Muhamad Chairul Basrun Umanailo, Halim Halim, and Alias Alias. “Kearifan Lokal Mecula Haroano Laa dan Mewuhia Limano Bhisa sebagai Perwujudan Kohesi Sosial.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 12, no. 3 (2023): 487–97. https://doi.org/10.23887/jish.v12i3.66633.

Syaugi, Syaugi, Badrian Badrian, and Faisal Mubarak. “Peran Kearifan Lokal dalam Upaya Deradikalisasi Faham Radikal di Kalimantan Selatan.” Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora 18, no. 2 (2020): 155–72. https://doi.org/10.18592/khazanah.v18i2.4155.

Takdir, Mohammad. Pembelajaran Discovery Strategy dan Mental. Vocational Skill. Diva Press, 2012.

Takdir, Mohammad. “Potret Kerukunan Berbasis Kearifan Lokal: Implementasi Nilai-Nilai Harmoni dalam Ungkapan‘Rampak Naong Bringen Korong’ dalam Kehidupan Masyarakat Madura.” Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora 16, no. 1 (2018): 73–102. https://doi.org/10.18592/khazanah.v16i1.2057.

Taufik, Muhammad. “Nilai Sosio-Religius Masyarakat Desa: Studi Interaksi Antarumat Beragama di Yogyakarta.” Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora 16, no. 1 (2018): 49–72. https://doi.org/10.18592/khazanah.v16i1.2154.

Wardani, Deta Shinta Kusuma. “Pengaruh Pelatihan Komunikasi Efektif untuk Meningkatkan Efikasi Diri Mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan.” Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan 1, no. 2 (2012).

Yunus, Rasid. Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Local Genius) sebagai Penguat Karakter Bangsa. In Deepublish Publisher. CV Budi Utama, 2014.

Published
2025-12-16
How to Cite
Apriati, Yuli, Zainudin Bin Hassan, Rahmat Nur, Muhammad Rezky Noor Handy, and Cucu Widaty. 2025. “Syncretizing Culture and Faith: The Kurang Labih Principle in Kalimantan”. KARSA Journal of Social and Islamic Culture 33 (2), 637–664. https://doi.org/10.19105/karsa.v33i2.21113.