“BERNEGOSIASI” DENGAN TUHAN MELALUI RITUAL DHÂMMONG (Studi atas Tradisi Dhâmmong sebagai Ritual Permohonan Hujan di Madura)

  • Moh. Hefni
Abstract views: 492 , PDF downloads: 530

Abstract

Abstrak:
Setiap studi tentang Islam  secara keseluruhan lambat-laun akan berjumpa dengan kebudayaan-kebudayaan lokal yang membangun pola hubungan koeksistensi. Melalui ritual dhâmmong, masyarakat Madura secara kreatif mampu mengintegrasikan secara seimbang antara tuntutan tradisi universal-Islam dan tradisi lokal-Madura. Dalam kaitan ini, tradisi Madura, sebagai tradisi kecil (little tradition), ditarik ke dalam tradisi Islam, sebagai tradisi besar (great tradition), dengan cara memberi penjelasan mistik-teologis yang sesuai. Melalui dhâmmong, pelaku ritual itu selalu diingatkan berkenaan dengan eksistensi dan hubungan dengan lingkungan ekologinya. Mereka juga bukan hanya diingatkan tetapi juga dibiasakan untuk menggunakan simbol-simbol yang bersifat abstrak-Islami yang berada pada tingkat pemikiran dan kesadaran untuk berbagai kegiatan nyata yang dalam lingkungan ekologisnya.


Kata kunci:
Dhâmmong, ritual, tradisi Madura, tradisi Islam, dan ekologi

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Moh. Hefni
Jurusan Syari’ah STAIN Pamekasan danpeserta program Doktor Ilmu-ilmu Sosial UNAIR Surabaya
Published
2012-03-18
How to Cite
Hefni, Moh. 2012. “‘BERNEGOSIASI’ DENGAN TUHAN MELALUI RITUAL DHÂMMONG (Studi Atas Tradisi Dhâmmong Sebagai Ritual Permohonan Hujan Di Madura)”. KARSA: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) 13 (1), 63-70. https://doi.org/10.19105/karsa.v13i1.133.
Section
Original Articles