RELIGIOUS MODERATION IN KAMPOENG PERCIK COMMUNITY
Abstract views: 34
,
PDF downloads: 12
Abstract
ABSTRACT
The study of religious moderation is pivotal in countering the growing threats of extremism, radicalism, and intolerance that disrupt social cohesion and communal harmony. This research explores the internalization of inclusive religious values as practiced in Kampoeng Percik, a community recognized for its interfaith harmony. Employing a qualitative literature review approach grounded in the sociology of religion, data were gathered through observation, interviews, and documentation. The study reveals three key findings: (1) the implementation of inclusive religious education fostering tolerance and moderation; (2) the practice of justice and fairness in interreligious interactions; and (3) the emergence of a moderate ethos that supports interfaith coexistence. Additionally, the research identifies contemporary challenges posed by digitalization and highlights adaptive strategies undertaken by the Kampoeng Percik community. These findings contribute to the discourse on religious moderation by offering a community-based model of inclusivism that is resilient in the face of socioreligious tension and technological disruption.
ABSTRAK
Kajian tentang moderasi beragama menjadi hal yang krusial dalam menangkal maraknya ancaman ekstremisme, radikalisme, dan intoleransi yang mengganggu kohesi sosial serta harmoni antar komunitas. Penelitian ini mengkaji internalisasi nilai-nilai keagamaan yang inklusif sebagaimana diterapkan oleh masyarakat Kampoeng Percik, yang dikenal atas keharmonisan antarumat beragama. Dengan menggunakan pendekatan literatur review kualitatif dalam kerangka sosiologi agama, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) penerapan pendidikan agama yang inklusif yang menanamkan nilai moderasi dan toleransi; (2) praktik keadilan dalam interaksi antarumat beragama; dan (3) munculnya etos moderat yang mendorong kehidupan lintas agama yang harmonis. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi tantangan era digitalisasi serta strategi adaptif yang dilakukan oleh masyarakat Kampoeng Percik. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap wacana moderasi beragama melalui model komunitas berbasis inklusivisme yang tangguh dalam menghadapi ketegangan sosial-keagamaan dan disrupsi teknologi.
Downloads
References
Abror, Mhd. “MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI TOLERANSI: MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI TOLERANSI.” RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam 1, no. 2 (December 18, 2020): 143–55. https://doi.org/10.35961/rsd.v1i2.174.
Adil, Ahmad, Sri Haryanto, Yasriuddin, Budi Sarasati, and I Putu Yoga Purandina. MEMBANGUNPENDIDIKANKARAKTER.pdf. 1st ed. Padang: PT. GLOBAL EKSEKUTIF TEKNOLOGI Anggota IKAPI, 2022.
Dirdjosanjoto, Pradjarta. Menghilangkan Sakit Hati Antar Umat Yang Lahir Oleh Sejarah. Salatiga: Pustaka Percik Salatiga, 2014.
“Faesol and Si - 2020 - FAKULTAS DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN).Pdf,” n.d.
Hamzah, Nur. “PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA,” 2015.
Haris, Munawir. “AGAMA DAN KEBERAGAMAAN; SEBUAH KLARIFIKASI UNTUK EMPATI,” n.d.
Hidayah, Ratna, Yuliana Setyawati, Qori Septiani, and Risky Aulia Ningrum. “IMBAS NEGATIF GLOBALISASI TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA.” Jurnal Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (Desember 2021).
“Kamus Al-Qur’an: Quranic Explorer - Ali As-Sahbuny - Google Buku.” Accessed November 22, 2023. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=CjGTCwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=khairul+umuuri+awsatuha&ots=UecexbRdho&sig=kgUCHjpfUstQ4CT3oMdoLfZ_YpE&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false.
Kezia, Priscila Natalia. “Pentingnya Pendidikan Karakter pada Anak Sekolah Dasar di Era Digital” 5 (2021).
Mubit, Rizal. “PERAN AGAMA DALAM MULTIKULTURALISME MASYARAKAT INDONESIA.” Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman 11, no. 1 (June 9, 2016): 163–84. https://doi.org/10.21274/epis.2016.11.1.163-184.
Nani Minarni. “Menemukan Alternatif Model Dialog Antar Umat Beragama.” Jurnal Sosiologi Agama, 1, vol.15 (2021).
Nurdin, Fauziah. “Moderasi Beragama Menurut Al-Qur’an Dan Hadist.” Jurnal Ilmiah Al-Mu Ashirah: Media Kajian Al-Qur’an Dan Al-Hadits Multi Perspektif 18, no. 1 (2021): 59–70.
Nurdin, Mulyadi, and Niara Haura. “PENGERTIAN PENDIDIKAN.” MA’SOEM UNIVERSITY, 2019.
“PANDUAN-SKRIPSI-LITERATURE-REVIEW-FIXX.Pdf,” n.d.
“Percik.or.Id – The Institute for Social Research, Democracy and Social Justice,” May 5, 2023. https://percik.or.id/.
Ramadhan, Muhammad Akmal, Haifa Aziza, and Muning. “Moderasi Beragama Dalam Keberagaman Di Indonesia.” Religion : Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya 1, no. 6 (November 15, 2023): 159–77. https://doi.org/10.55606/religion.v1i6.736.
Rumahuru, Yance Z. “Pendidikan agama inklusif sebagai fondasi moderasi beragama: Strategi merawat keberagaman di Indonesia.” KURIOS 7, no. 2 (November 13, 2021). https://doi.org/10.30995/kur.v7i2.323.
Samsul, A. “Pelaksana Peribadatan Umat Beragama di Masjid Agung dan Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kecamatan Kota Kediri Diera pandemi COVID-19.” IAIN Kediri, 2022.
Sarwono, Jonathan. Metode Penelitian Kuntitatif Dan Kualitatif. 1st ed. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu, 2006.
Simbolon, Dewi Fiska. “MINIMNYA PENDIDIKAN REPRODUKSI DINI MENJADI FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PELECEHAN SEKSUAL ANTAR ANAK” 1 (2018).
Sodikin, R. Abuy. “KONSEP AGAMA DAN ISLAM.” ALQALAM 20, no. 97 (June 30, 2003): 1. https://doi.org/10.32678/alqalam.v20i97.643.
Subiantoro, Subiantoro. “MODERASI BERAGAMA: PERAN DAN TANTANGAN DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DI ERA DIGITAL.” NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan 4, no. 4 (November 16, 2023): 878–84. https://doi.org/10.55681/nusra.v4i4.1704.
“View of MANAJEMEN PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA DI ERA DIGITAL.” Accessed November 22, 2023. https://confference.iainptk.ac.id/index.php/icrhd/article/view/17/17.
Waskitoadi, Agung. Proses Menjadi Indonesia ( Negara, Kebeasan Beragama, Dan Pernikahan Beda Agama). Salatiga: Pustaka Percik Salatiga, 2017.
Wijaya, Dr Aksin. Kontestasi Merebut Kebenaran Islam di Indonesia. IRCiSoD, 2019.
_jpg_700_.png)














